Halaman

Rabu, 25 April 2012

keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya


MAKALAH ILMU KEALAMAN DASAR

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA






Disusun oleh :

*   Bagus Prasetyo

*   Fazlur  Rahman E

*   Siti Pahriyah





PKN Reguler 2010



JURUSAN ILMU SOSIAL POLITIK

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2011





KATA PENGANTAR



            Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyusun makalah ini. Makalah ini adalah hasil rangkuman dan pemahaman kami terhadap materi Ilmu Kealaman Dasar Bab V mengenai makhluk hidup dan persebarannya.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada selaku dosen mata kuliah Ilmu Kealam Dasar ini atas bimbingannya. Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dan bermakna sebagai pembelajaran bagi kita, khususnya pengetahuan  mengenai persebaran makhluk hidupdan persebarannya agar kita dapat menjaga dan melestarikannya demi kelangsungan hidup kita dan kestabilan ekosistem kita. Apabila terdapat kekurangan dalam makalah ini, saran dan kritik yang membangun sangat  diharapkan.





Jakarta, 7 November 2011



                                                                                                                            Penyusun
DAFTAR ISI





KATA PENGANTAR..................................................................................................            i

DAFTAR ISI                                                                                                                             ii

BAB I             PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...................................................................................           1

B. Maksud dan Tujuan............................................................................           1

C. Permasalahan......................................................................................           1



BAB II            PEMBAHASAN

                        A.Biosfer dan Makhluk Hidup.................................................................          2

            B. Asal Mula Kehidupan..........................................................................          3    

            C. Keanekaragaman makhluk hidup........................................................           3

D.Persebaran dan Sejarah Makhluk Hidup..............................................           4

 

BAB III          PENUTUP

                        Kesimpulan..............................................................................................           7     
BAB II

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Begitu banyak jenis dan bentuk makhluk hidup di muka bumi ini . ada hewan yang mirip satu sama lain dan ada juga yang berbeda sama sekali. Semua ini dikarenakan oleh asal mula atau marga dari mana dia berasal, jenis tanah yang mereka pijak dan menjadi sumber kehidupannya, cuaca, dna masih banyak faktor lain yang menyebabkann keanekaragaman makhluk hidup ini. Begitu indah dan unik untuk kita pelaari. Oleh karena itu, kami merasa senang mendapatkan tugas materi keanekaragaman makhluk hidup dan persebarannya ini.

  1. Rumusan masalah

v  Lapisan apa saja yang terdapat dsalam biosfer ?

v  Bagaimana asal mula kehidupan di dunia ini ?

v  Apa penyebab keanekaragaman makhluk hidup ?

v  Bagaimana persebaran dan sejarah makhluk hidup

  1. Maksud dan Tujuan

maksud dan tujuan kami membuat makalah Ilmu Kealaman Dasar ini yang berjudul Keanekaragaman Makhluk Hidup dan Persebarannya adalah unruk mengetahui apa saja keanekaragaman makhluk hidup di dunia ini dan apa saja penyebab dan tempat penyebaran makhluk hidup yang ada di dunia ini.

BAB II

PEMBAHASAN



A.    Biosfer dan Makhluk Hidup

Biosfer adalah bagian dari sistem planet bumi yang meliputi udara atmosfer (udara), lithosfer (tanah), dan hidrosfer (air), dimana segala kehidupan berkembang.



1.      Atmosfer (udara)

Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem  di antara siang dan malam.



2.      Lithosfer (tanah)

Terdiri atas dua kata, lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km.



3.      Hidrosfer (air)

Hidrosfer adalah lapisan air yang menutupi permukaan bumi yang membentuk samudera, laut, rawa, danau, sungai, tumpukan es, awan, uap, dan lain-lain.



Makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Sel tumbuhan memiliki plasmodesmata (tunggal: plasmodesma) yaitu tempat sel berhubungan dengan sel yang lainnya, plastida, dinding sel, vakuola yang besar. Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan berbeda dengan sel eukariotik lainnya, karena sel hewan tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas, serta biasanya memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena tiidak memiliki dinding sel yang keras, maka sel hewan bervariasi bentuknya.



B.     Asal Mula Kehidupan

Teori asal-usul kehidupan terdiri atas Generatio Spontanea,  Teori Biogenesis, Teori Urey, Teori Cosmozoa:

1.      Teori Abiogenesis atau Generatio Spontanea: makhluk hidup terbentuk dengan sendirinya, yang berarti makhluk hidup dapat terbentuk dari makhluk mati.

2.      Teori Biogenesis: makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Pendukung teori ini adalah Fransisco Redi, Lazzari Spalazano, dan Louis Pasteur.

3.      Teori Panspermia atau Cosmozoa: bakteri primitif dan mikroorganisme lainnya datang ke bumi sebagai spora yang dibawa bersama meteorit.

4.      Teori Urey: dalam asal mula kehidupan, komponen kunci protein, RNA, dan DNA harus ada lebih dahulu ada sebelum sel hidup.



C.    Keanekaragaman makhluk hidup

Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperatur, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah. Bioma adalah sekekompok makhluk hidup yang tinggal dilokasi geografis tertentu. Bioma terbagi atas beberapa jenis, seperti bioma gurun, padang rumput, hutan bakau tergantung curah hujan dan intensitas cahaya mataharinya. Didaerah dingin terdapat bioma Tundra. Di daerah beriklim sedang terdapat bioma Taiga. Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membantuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuk keanekaragaman tingkat ekosistem.

Totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem menunjukan terdapat pelbagai variasi bentuk, penampakan, frekuensi, ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda-beda merupakan keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena didalamnya terdapat sejumlah spesies asli sebagai bahan mentah perakitan varietas-varietas unggul. Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akan terganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan. Contoh-contoh gangguan ekosistem, antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewan secara liar.



D.    Persebaran dan Sejarah Makhluk Hidup

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya persebaran makhluk hidup adalah pergeseran benua, lintang geografis, iklim dan lingkungan. Faktor penghambat penyebaran makhluk hidup adalah daratan, lautan, selat. Persebaran umum dari hewan dan burung berdasarkan letak geografis di dunia terbagi atas beberapa wilayah, diantaranya



1)      Wilayah Ethiopian

Meliputi benua Afrika dari sebelah selatan Gurun Sahara, Madagascar, dan selatan Saudi Arabia. Hewan yang khas di daerah ini adalah gajah Afrika, badak Afrika, Gorila, Baboon, simpanse, jerapah, mamalia padang rumput seperti zebra, antilope, dan mamalia pemakan serangga yaitu trenggiling. Mamalia Endemik di wilayah ini adalah kuda Nil.

2)      Wilayah Palearctic

Meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Soviet, daerah dekat Kutub Utara sampai Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, Selat Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling utara. Beberapa jenis fauna Paleartic yang tetap bertahan di lingkungan aslinya yaitu Panda di Cina, Unta di Afrika Utara, binatang kutub seperti Rusa Kutub, kucing Kutub, dan beruang Kutub. Binatang-binatang yang berasal dari wilayah ini antara lain kelinci, sejenis tikus, berbagai spesies anjing, kelelawar, bajing, dan kijang telah menyebar ke wilayah lainnya.



3)      Wilayah Neartic

Meliputi kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Hewan khas daerah ini adalah ayam kalkun liar, tikus berkantung di Gurun Pasifik Timur, bison, muskox, caribou, domba gunung.



4)      Wilayah  Neotropical

Persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Hewan Endemiknya adalah ikan piranha dan belut listrik di sungai Amazon, lama(sejenis unta) di padang pasir Atacama(peru), tapir, dank era hidung merah.



5)      Wilayah Oriental

Tersebar dikawasan Asia terutama di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Hewan yang khas di daerah ini adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu.



6)      Wilayah Australian

Mencakup kawasan Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kangguru, kiwi, dan koala. Terdapat beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti burung cendrawasih, burung kaswari, burung kakak tua, dan betet. Kelompok reptil antara lain buaya, kura-kura, ular piton.



7)      Wilayah Oceanic.

Fauna wilayah ini tersebar di kawasan kepulauan di Samudra Pasifik. Wilayah ini merupakan pengembangan dari wilayah Australian daratan, dengan spesifikasi fauna tertentu. Oleh karena itu, jenis faunanya hampir sama dengan wilayah wilayah Auastralian.



Tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu tempat ada yang tumbuh secara alami dan ada juga yang dibudidayakan oleh manusia. Flora di berbagai tempat di dunia  jenis tanah, relief atau tinggi rendah permukaan bumi, biotik (makhluk hidup).

Junghuhn adalah salah satu pakar meteorologi yang melakukan pengelompokan atau klasifikasi iklim berdasarkan garis ketinggian. Klasifikasi junghuhn ini sekaligus dapat menentukan tanaman budidaya yang dapat tumbuh di suatu daerah dengan ketinggian tertentu.

Junghuhn mengklasifikasikan iklim berdasarkan ketinggian, yaitu :

1.      Zona panas : ketinggian 0-700 m di atas permukaan laut. Zona ini memiliki suhu udara berkisar antara 26,30 C – 220C. Pada ketinggian ini cocok ditanami jagung, padi, tebu, kelapa, dan coklat.

2.      Zona sedang: ketinggian 700-1500m DPL. Suhu udara pada zona ini berkisar antara 220C-17,10C. Cocok untuk ditanami karet, kina, sayuran, coklat, kopi dan the.

3.      Zona sejuk: ketinggian 1500-2500m DPL. Suhu udara di zona ini berkisar antara 17,10C-11,10C. Cocok ditanami pinus, cemara, dan sayuran.

4.      Zona dingin: ketinggian diatas 2500m DPL. Suhu udara di zona ini mulai dari 11,10C-6,20C. Sehingga dapat dipastikan tanaman yang dapat hidup di zona ini hanyalah tanaman berjenis lumut.

BAB III

PENUTUP



Kesimpulan

Ada berbagai lapisan di alam tempat kita hidup (biosfer) ada lapisan atmosfer (udara), lithosfer (tanah), dan hidrosfer (air). Yang kesemuanya itu snagat menunjang dan mempengaruhi kehidupan, keanekaragaman, dan persebaran makhluk hidup yang ada di dunia ini.

Ada berbagai teori mengenai pembentukan atau adany amakhluk hidup di dunia ada teori biogenesi, teori panspermia, dan teori urey. Kesemuanya itu menunjukan perbedaan pandangan mengenai asal kehidupan yang ada.

Makhluk hidup pada zaman prasejarah hidup dalam alam yang terdiri dari daratan yang terhampar luas yang menyatu tanpa adanya perpecahan dan pemisahan daraan, namu karena adanya pergeseran benua, lintang geografis, iklim dan likgkungan yang berbeda setelah makhluk hidup itu berada dalam alam yang berbeda terjadilah keanekaragamna yang begitu komplek dan indah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar