Halaman

Kamis, 04 Oktober 2012

Kerajaan Bahrain


TUGAS ILMU NEGARA
NEGARA BAHRAIN





DISUSUN OLEH:
SITI FAKHRIYAH
PKN REGULER 2010

JURUSAN ILMU SOSIAL POLITIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL

KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT,karena berkat rahmatNYAlah saya dapat menyelesaikan tugas makalah tentang NEGARA BAHRAIN ini dengan tidak menemukan hambatan yang sagat berarti.shalawat serta salam saya curahkan kepada junjungan besar kami yaitu nabi Muhammad SAW yang telah membawa kami dari zaman yang gelap gulita ke zaman yang terang benderang seperti sekarang ini.
Negara bahrain adalah salah satu negara maju di Benua Asia, dengan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimilikinya, negara ini bisa membuat suatu sistem pemerintahan dan tata negara yang begitu mewah dan sangat teratur hal inilah yang menjadikan Bahrain lebih maju dari beberapa negara di Asia lainnya.Oleh karena itu, penyusun tidak merasa kesusahan mencari bahan/ data tentang negara ini.
Makalah ini saya susun unntuk memenuhi tugas mata kuliyah Ilmu Negara dan saya harap makalah ini dapat memberikan kita pengetahuan tentang negara yang saya bahas dalam makalah ini yaitu Bahrain.hanya kepada ALLAH SWT lah saya berlindung , semoga ridhoNYA tercurah kepada kita semua dan menjadi amal sholeh……
ya mujibasshalihiin……
                                                                                                Jakarta, 21 desember 2010

                                                                                                          Siti fakhriyah







LATAR BELAKANG

Pulau-pulau di Bahrain yang terletak di tengah-tengah sebelah selatan Teluk Persia berhasil menarik penjajah sepanjang sejarah. Bahrain dalam Bahasa Arab berarti "Dua Laut". Hal ini merujuk pada fakta yang pulau ini mempunyai dua sumber air berbeda, air tawar yang muncul dari dalam tanah dan air asin yang mengelilinginya.
Sebagai sebuah pulau yang strategis yang berada diantara Timur dan Barat, tanah yang subur, dan air tawar berlimpah, dan tempat penyelam mencari mutiara telah menjadikan Bahrain pusat pemukiman sepanjang. Selama 2300 tahun, Bahrain menjadi pusat perdagangan dunia di antara Mesopotamia (sekarang Irak) dan Lembah Indus (sekarang sebuah wilayah di India). Adalah peradaban Delmon yang mempunyai kaitan erat dengan Peradaban Sumeria pada abad ke-3 SM. Bahrain menjadi bagian dari Babilon lebih kurang pada tahun 600 SM. Catatan-catatan sejarah menunjukkan Bahrain dikenal melalui pelbagai julukan yang di antaranya "Mutiara Teluk Persia".
Bahrain hingga tahun 1521 terdiri dari daerah Ahsa (yang lebih besar), Qatif (keduanya kini menjadi propinsi timur Arab Saudi), serta Awal (kini pulau Bahrain). Daerah Bahrain terbentang hingga (kini) Kuwait hingga Oman dan dinamakan Propinsi Bahrain (atau Iqlim Al-Bahrain). Namun pada 1521, kedatangan Portugis telah memisahkan Awal (kini Bahrain) dengan daerah lainnya dan hingga kini Bahrain dikenal sebagai wilayah yang dikenal sekarang.
Dari abad ke-16 Masehi hingga tahun 1743, pemerintahan Bahrain sentiasa berubah-ubah di antara Portugis dan Persia. Akhirnya, Sultan Persia, Nadir Shah menguasai Bahrain dan atas alasan politik mendukung mayoritas Syiah. Pada lewat abad ke-18 Masehi Keluarga Al-Khalifah mengambil alih pulau ini. Untuk menjaga agar pulau ini tidak jatuh kembali ke tangan Persia, mereka menjalin persahabatan dengan Britania Raya dan menjadi negeri dibawah naungan Britania.
Minyak ditemukan pada tahun 1931 dan sejak itu Bahrain dibangun dan mengalami modernisasi pesat. Hal ini juga menjadikan hubungan dengan Britania Raya lebih baik dan dibuktikan dengan makin banyaknya pangkalan-pangkalan Inggris yang pindah ke pulau tersebut. Pengaruh menguat seiring dengan makin berkembangnya negara ini, puncaknya saat Charles Belgrave dilantik menjadi penasihat. Belgrave kemudian mengukuhkan sistem pendidikan modern sebagai bagian pendidikan di Bahrain.
Setelah Perang Dunia II, sentimen anti-Inggris menguat di wilayah-wilayah Arab dan mengakibatkan terjadinya kerusuhan di Bahrain. Pada tahun 1960-an, pihak Inggris menyerahkan masa depan Bahrain pada Arbitrase internasional dan meminta agar PBB mengambil alih tanggung jawab. Pada tahun 1970, Iran terus menerus menuntut haknya terhadap Bahrain dan pulau-pulau lain di Teluk Persia, namun salah satu perjanjian dengan pihak Britania Raya, mereka kemudian setuju untuk tidak meneruskan tuntutannya terhadap Bahrain jika tuntutan (Iran) lainnya dikabulkan.
Britania Raya mundur dari Bahrain pada bulan Agustus 1971, menjadikan Bahrain sebagai sebuah negara 'merdeka'. Peningkatan harga minyak pada tahun 1980-an sangat menguntungkan Bahrain, namun harga minyak yang turun drastis malah tidak terlalu mengguncang perekonomian walaupun terasa sulit. Hal ini mengakibatkan sektor ekonomi dipaksa berkembang dan bervariasi.
Setelah terjadinya Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, tokoh Syiah Bahrain pada tahun 1981 melancarkan perebutan kekuasaan. Walau bagaimanapun, percobaan mereka gagal. Pada tahun 1994, kerusuhan demi kerusuhan dilakukan oleh golongan Syiah yang tidak puas dengan ketidakadilan pemerintahan.
Pada bulan Maret 1999, Hamad ibn Isa al-Khalifah menggantikan ayahandanya sebagai kepala negara. Ia menjalankan pelbagai perubahan, di antaranya; memberi hak pilih kepada kaum wanita dan membebaskan semua tahanan politik.
Bahrain hingga hari ini merupakan anggota Liga Arab.
  

DAFTAR ISI



Kata pengantar……………………………………………………………………...1

Latar belakang………………………………………………………………………2

Daftar isi…………………………………………………………………………….4

BAB I.  PENDAHULUAN
               a.Letak geografis………………………………………………………….5
             
               b,kehidupan ekonomi…………………………………………………......7
             
               c.Sumber Daya Alam……………………………………………………..7


BAB II.Bentuk Negara………………………………………………………………8

BAB III.Bentuk dan Sistem Pemerintahan………………………………………….8

 BAB IV.Tata Negara……………………………………………………………….8

BAB V.Kehidupan Demokrasi……………………………………………………..12

Penutup……………………………………………………………………………..13

Daftar pustaka………………………………………………………………………14



BAB I
A.LETAK GEOGRAFI
 Kerajaan Bahrain (Arab: مملكة البحرين) adalah sebuah negara kepulauan di Teluk Persia yang tidak mempunyai perbatasan. Teluk Bahrain memisahkan negara ini dengan Qatar dan Arab Saudi. Tetangga Bahrain Arab Saudi terletak di sebelah barat dan disambungkan ke Bahrain melalui Tambak Raja Fahd yang dibuka secara resmi pada 25 November 1986 dan Qatar di sebelah selatan menyeberangi Teluk Persia. Luas wilayahnya hampir setara dengan luas wilayah DKI Jakarta.

Kini sedang direncanakan pembuatan Jembatan Persahabatan Qatar-Bahrain yang menghubungkan Bahrain dan Qatar. Apabila jembatan ini selesai dibangun, maka akan menjadi bangunan penghubung terpanjang di dunia. Bahrain telah ditempati oleh manusia sejak zaman pra-sejarah. Lokasinya yang strategis di Teluk Persia telah berpengaruh bagi orang-orang Assyria, Babilonia, Yunani, Persia, dan terakhir sekali Arab (penduduknya kemudian menjadi Muslim). Bahrain pada zaman silam dikenal sebagai Dilmun , Tylos (nama Yunaninya), Awal, malah Mishmahig sewaktu dibawah pemerintahan Kesultanan Persia.

Peta Bahrain
Bahrain dari utara, Juni 1996
Bahrain secara umum kepulauan yang rata dan bergurun, memiliki dataran padang pasir yang rendah. Kawasan tertinggi di Bahrain ialah Jabal ad-Dukhan, berketinggian 122 meter. Bahrain menikmati musim dingin yang sejuk dan mengalami musim panas dengan temperatur tinggi dan lembab.
Sumber alam Bahrain termasuk jumlah minyak mentah dan gas yang besar, di samping cadangan ikan yang mencukupi dari 1% wilayahnya. Gurun meliputi 92% dari keseluruhan kawasan lain di Bahrain. Musim panas yang panjang dan badai pasir adalah bencana alam utama untuk penduduk Bahrain.
Isu-isu alam sekitar yang melanda Bahrain ialah kemusnahan padang pasir dan pesisir pantai karena kekurangan tanah (kemusnahan kepada pantai, terumbu karang, dan tumbuhan laut). Pengerukan tanah mengakibatkan pencemaran menyusul tumpahan minyak.
Luas total Bahrain 620 km2 (239 mi²), sedikit lebih besar dari the Isle of Man, walaupun sedikit lebih kecil dari Airport King Fahd Airport di Dammam, Arab Saudi (besarnya 780 km2). Bahrain adalah negara kepulauan yang terdiri dari 33 pulau, tidak memiliki batas darat dengan negara lain, namun memiliki 161 kilo (528 mi) batas garis pantai dan mengklaim 12 mil batas laut dan 24 mil laut (44 km) zona tambahan.


                                    

B.KEHIDUPAN  EKONOMI

Karena Bahrain terletak di wilayah yang kadar peningkatan harga minyak yang tinggi, pertumbuhan ekonomi Bahrain adalah yang tercepat pada Januari 2006 menurut Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia tengah. Bahrain juga mempunyai pasaran ekonomi yang paling bebas di Timur Tengah menurut Indeks Kebebasan Ekonomi 2006 terbitan Heritage Foundation, dan menduduki peringka ke-25 ekonomi yang paling bebas di dunia.
Pendapatan utama di Bahrain bersumber dari produksi dan pemrosesan minyak, dan sekitar 60 persen merupakan pendapatan hasil ekspor, 60 persen untuk pemerintahan, dan 30% dari total GDP. Kondisi ekonomi Bahrain juga berfluktuasi seiring perubahan harga minyak pada 1985, contohnya, sepanjang dan setelah krisis Perang Teluk pada 1990-1991, dengan fasilitas komunikasi dan transportasinya yang maju maka Bahrain dijadikan tempat pilihan untuk didirikannya perusahaan-perusahaan multinasional yang berbisnis di teluk persia. Masalah-masalah ekonomi jangka panjang yang mungkin dihadapi oleh Bahrain adalah langkanya pekerjaan untuk generasi mudanya, berkurangnya cadangan minyak dan sumber air bersih bawah tanah.
Selain itu juga Bahrain telah menjadi tempat tujuan wisata yang terkenal untuk pendatang yang tinggal di negara-negara sekitarnya, namun sejak 5000 tahun berdirinya Bahrain sebagai kota tua kebudayaan Dilmun memang membuktikan bahwa Bahrain sejak dahulu kala memang menjadi magnet wisatawan.
Bahrain menggabungkan infrastruktur modern dan masyarakat liberal tingkat menengah dengan suasana Timur Tengah menjadikannya tempat perkenalan yang ideal. Tempat-tempat wisata termasuk situs bersejarah seperti istana dan kompleks arkeologi Qalat Al Bahrain (masuk dalam daftar situs warisan sejarah UNESCO), puluhan ribu kuburan kuno masa peradaban Dilmun, kebudayaan Arab tradisional berbelanja di mall dan pasar, serta bersantai di pantai hotel dan spa yang mewah.
Kerajaan ini juga sering dikunjungi tokoh-tokoh selebriti populer.
C.SUMBER DAYA ALAM
Kekayaan alam Bahrain amatlah banyak. Diantaranya adalah kandungan minyak mentah yang ada di dalam perut bvumi Bahrain yang mampu menjadikan Bahrain termasuk Negara yang kaya dan maju di kawassan Asia, selain iotu pula ada kandungan lain diantaranya timah, tembaga, kuningan, dll.
Panorama atau keindahan alam di Bahrain juga sangan indah dan eksotis sehingga mengundang para wisatawan dari dalam negri ataup[un dari luar negri yang ingin mengunjunginya. Alam si Negara satu ini sangat panas dengan kawasan yang mayoritasnya gurun pasir sehingga masyarakatnya banyak yang bertani kurma, anggur, zaitun,dll

BAB II BENTUK NEGARA

 

Bentuk negara bahrain yaitu monarki konstitusional.  Yaitu Negara yang melanjutkan kekuasaannya  dengan asas turun temurun kepada anak cucu  yang kesemua tindak tanduk pemerintahan tuinduk pada konstitusi yang telah dibuat baik oleh Negara secara arti  sempit dan arti luas.


BAB III BENTUK DAN SISITEM PEMERIN TAHAN

Bahrain ialah sebuah negara yang menjalankan sistem monarki konstitusional yang dikepalai oleh raja, Syekh Hamad bin Isa Al Khalifah; kepala pemerintahan saat ini ialah Perdana Menteri Syekh Khalifah bin Salman Al Khalifah yang mengepalai anggota kabinet sebanyak 15 orang. Bahrain mengamalkan sistem dwi-perundangan yaitu Dewan Perwakilan dan Majelis Syura yang dipilih oleh raja. Kedua dewan mempunyai anggota sebanyak 40 orang


BAB IV KEHIDUPAN DEMOKRASI

Pemilu legislatif di Bahrain akhirnya digelar pada tanggal 23-30 Oktober 2010. Pada pemilu ini, al-Wefaq Islamic Society Bahrain yang merupakan partai Syiah terpenting di negara ini meraih 18 kursi, dan menjadi fraksi terbesar di parlemen Bahrain. Setelah partai ini, Partai Mustaqil menyusul dengan perolehan 15 kursi. Adapun partai Sunni yang terdiri dari kelompok pendukung Salafi dan Ikhwanul Muslimin hanya meraih tujuh kursi.
Di luar kemenangan itu ada fenomena lain di Bahrain. Sebagaimana negara-negara di Teluk Persia lainnya, ada dewan lain di luar parlemen bernama Dewan Permusyawaratan yang beranggotakan para raja dan pangeran. Ratifikasi ketetapan parlemen harus mendapat persetujuan dari dewan ini.
Bahrain terdiri dari 32 pulau dengan luas total 700 km persegi dan dengan populasi 750.000 orang. Sekitar 70 persen penduduk Bahrain adalah pemeluk syiah. Namun sejak tahun 1782, Bahrain diperintah oleh Dinasti Al-Khalifa yang bermazhab Sunni.
Setelah berada dalam imperialisme Inggris selama satu abad, akhirnya Bahrain merdeka pada tahun 1971, kemudian memiliki undang-undang dasar dan parlemen.
Namun mantan Amir Bahrain tidak bisa menerima kritik parlemen, hingga akhirnya membubarkan parlemen pada tahun 1975. Sejak itu, rakyat Bahrain terutama warga syiah mendesak pembentukan kembali parlemen di negara ini.
Pada tahun 1994 muncul tuntutan pendirian parlemen dan penghilangan diskriminasi yang semakin serius. Buntutnya terjadi berbagai friksi dan bentrokan. Komunitas syiah Bahrain menilai pemicu utama friksi tersebut adalah kepala keamanan Bahrain yang berkebangsaan Inggris.
Dengan naiknya Sheikh Hamad bin Isa Al Khalifa menjadi Amir Bahrain pada tahun 1999, maka dimulailah fenomena baru di negara ini. Sheikh Hamad bin Isa Al Khalifa berkomitmen melakukan reformasi politik dan menghilangkan diskriminasi terhadap warga syiah. Ia membebaskan sejumlah tahanan politik dan membiarkan koran-koran oposisi beroperasi.
Pada tahun 2001 disusun Undang-undang Dasar Bahrain. Setahun kemudian digelar pemilu legislatif. Dengan demikian, rakyat Bahrain terutama warga syiah berharap bisa mengubah kondisinya dan mengakhiri diskriminasi di sektor politik dan ekonomi di negara ini. Namun keadaan sebenarnya tidak terjadi demikian.
Meskipun Syiah adalah populasi mayoritas di Bahrain, tetapi mereka hanya dibolehkan menguasai 18 kursi dari 40 kursi di parlemen. Selain itu parlemen pilihan rakyat ini tidak memiliki wewenang yang memadai.
Terkait hal itu, Nabil Rajab, anggota Pusat HAM Bahrain mengatakan, "Jika seluruh anggota parlemen Bahrain dari kelompok Syiah sekalipun, suara mereka yang mayoritas itu tetap tidak akan didengar. Karena berdasarkan sistem politik Bahrain, Dewan Tinggi Permusyawaratan Bahrainlah yang mengangkat mereka dan bertanggung jawab mengesahkan seluruh ketetapan parlemen." Dengan kata lain, meskipun digelar pemilu parlemen, namun tetap saja kekuasaan berada di tangan para raja dan putra mahkota. Nabil Rajab menilai masalah ini memicu turunnya partisipasi rakyat dalam pemilu legislatif terbaru.
Minimnya wewenang lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif hanya salah satu masalah yang menimpa warga Syiah Bahrain. Di tingkat kabinet, hanya segelintir jabatan menteri diberikan kepada warga Syiah dan posisi kementerian sentral hanya dipegang oleh anggota keluarga al-Khalifa. Contohnya, meskipun partai Syiah dari fraksi Wefaq meraih suara mayoritas di parlemen, namun raja Khalifa bin Salman al-Khalifa kembali terpilih sebagai perdana menteri Bahrain. Ia terpilih menjadi perdana menteri Bahrain sejak negara ini merdeka pada tahun 1971. Dengan demikian, pemerintahan Bahrain bisa disebut sebagai kekuasaan minoritas atas mayoritas. Penguasa Bahrain memanfaatkan diskriminasi terhadap warga Syiah, hingga mereka diposisikan sebagai warga kelas dua.
Syiah Bahrain sejatinya berada di wilayah marjinal dan tidak mendapatkan fasilitas yang sama dengan saudaranya Sunni. Mengenai hal ini, Rebecca Santana, jurnalis Associated Press dalam reportasinya mengungkapkan, "Syiah bahkan tidak bisa disebut sebagai warga kelas dua. Karena lapangan kerja yang memadai, tempat yang layak dan seluruh fasilitas sosial dan politik di Bahrain dikuasai oleh minoritas Sunni yang mendapat dukungan dari Dinasti Al-Khalifa."
Mengenai kondisi yang menyedihkan dari warga Syiah di Bahrain, BBC melaporkan, "Syiah Bahrain banyak yang menganggur, tinggal di tempat-tempat yang tidak layak, dilarang menduduki berbagai jabatan di lembaga-lembaga pemerintah, tidak boleh menduduki jabatan penting di sektor minyak dan perbankan, serta diskriminasi besar-besaran di negara ini."
Bukan hanya itu, di sejumlah buku pelajaran negara ini yang berada dalam kekuasaan Salafi terjadi penghinaan terhadap keyakinan orang-orang syiah di sekolah. Pemimpin politik syiah Bahrain menyatakan, jika penghinaan ini terhadap warga syiah di sekolah terus berlanjut, kami akan mencegah anak-anak kami masuk kelas-kelas pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah negeri. Menyikapi hal ini, menteri pendidikan Bahrain berkomitmen akan melakukan reformasi sistem pendidikan di negara ini.
Salah satu pemicu utama friksi antara warga syiah dengan penguasa adalah diskriminasi. Aksi protes warga syiah dalam bentuk keluarnya statemen bersama wawancara dan demonstrasi. Aksi protes terhadap warga syiah kian meningkat menyikapi eskalasi tekanan pemerintah dan pasukan keamanan terhadap aktivis syiah. Pemerintah Bahrain menindak keras aksi protes warga syiah dan menilainya sebagai mengganggu keamanan negara. Menteri kehakiman Bahrain beberapa hari lalu menyebut aktivitas warga Syiah sebagai sebuah masalah keamanan yang sejenis dengan aksi teroris. Ditegaskannya, kemenangan Syiah di parlemen tidak bermakna sebagai berakhirnya sebuah periode dan dimulainya babak baru. Pengacara salah seorang tahanan Syiah kepada BBC mengatakan, "Setiap kritikan terhadap pemerintah disebut sebagai aksi teroris. Bahkan kontak telpon saja mereka kategorikan sebagai aksi teroris."
Tidak hanya itu, penahanan warga Syiah Bahrain biasanya tidak mengenal batas waktu dan dilakukan tanpa vonis pengadilan. Berbagai fakta menunjukkan terjadinya berbagai penyiksaan terhadap para tahanan di penjara-penjara Bahrain.
Amnesti Internasional dalam statemennya yang dirilis beberapa pekan lalu menyatakan, "Menjelang pemilu legislatif, sekitar 250 aktivis Syiah ditangkap dan disiksa petugas keamanan Bahrain." Beberapa waktu lalu tersebar gambar penyiksaan terhadap para tahanan Syiah di penjara-penjara Bahrain. Sontak lembaga-lembaga internasional mendesak diakhirinya penyiksaan tersebut.
Pada bulan Agustus lalu, sekitar 300 warga Syiah termasuk 27 aktivis ditangkap dan disiksa oleh petugas keamanan Bahrain. Meski demikian, para analis menilai aksi penangkapan dan penyiksaan tersebut justru menjadi pemicu utama partisipasi aktif warga syiah dalam pemilu legislatif di negara ini. Namun tampaknya, sejumlah negara di kawasan mendukung aksi yang dilakukan pemerintah Bahrain. Karena terwujudnya hak-hak warga Syiah Bahrain atas hak-hak politik dan ekonominya menyebabkan masalah bagi penguasa di kawasan yang tidak mengakui hak-hak minoritas terutama syiah.
Warga syiah Bahrain meyakini pemerintah negara ini menerima para imigran Sunni dari sejumlah negara seperti Yordania, Suriah, Arab Saudi dan Palestina. Mereka diberikan kewarganegaraan ganda, berbagai fasilitas dan lapangan kerja. Padahal pengangguran menjadi masalah utama syiah Bahrain. Tahun lalu mereka membuat rantai manusia sepanjang empat kilometer mengecam kebijakan pemerintah. Mereka menyatakan, pemerintah Manama telah memberikan kewarganegaraan Bahrain kepada sekitar 280 ribu orang imigran Sunni. Jika kondisi ini terus berlanjut hingga 2050 lebih dari 80 persen populasi Bahrain diisi oleh warga sunni.
Meski pemerintah Bahrain melakukan berbagai aksi kekerasan untuk membungkam suara mayoritas syiah di negara ini, namun organisasi-organisasi syiah Bahrain tetap menegaskan penyelesaian masalah melalui jalur damai. Hujatul Islam Sheikh Ali Salman, Sekjen al-Wefaq Bahrain mengatakan, "Kami mendesak penyelesaian masalah melalui cara-cara damai. Pemerintah harus tahu aksi keamanan tidak akan membuahkan hasil apapun dan tidak menyelesaikan masalah di negara ini, bahkan justru semakin mempersulit keadaan." (IRIB/PH/SL/8/11/2010) 


PENUTUP
Bahrain kini telah temasuk negara maju diantara negara-negara yang lainnya di Asia Walaupun Manama sebagai pusat kota sangat modern dan gemerlapan, budaya yang terdapat pada desa-desa dipulau-pulau lain (walaupun masih bagian dari Manama juga) tetap sangat tradisional. Wanita menutup diri dengan jubahnya dari kepala hingga kaki, dan wisatawan diminta untuk menggunakan rok panjang dan baju berenang tertutup (bukan bikini).
dengan kekayaan alam ,ini terbukti dengan dijadikannya Bahrain ialah tuan rumah perlombaan F1 di Timur Tengah. Ia mulai menyelenggarakan Grand Prix Gulf Air pada 4 April 2004, diikuti dengan Grand Prix Bahrain pada tahun 2005. Bahrain juga dipilih untuk menyelenggarakan perlombaan pertama Grand Prix untuk musim 2006 pada 2 M
Demikianlah makalah ini saya susun, dengan hanya beberapa data yang saya miliki makala ini belumlah mencapai kata sempurna.oleh karena itu, saya harap bimbingan dan masukkannya untuk perbaikan makalah yang akan datang.
 TUGAS ILMU NEGARA
NEGARA BAHRAIN





DISUSUN OLEH:
SITI FAKHRIYAH
PKN REGULER 2010
JURUSAN ILMU SOSIAL POLITIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL

KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT,karena berkat rahmatNYAlah saya dapat menyelesaikan tugas makalah tentang NEGARA BAHRAIN ini dengan tidak menemukan hambatan yang sagat berarti.shalawat serta salam saya curahkan kepada junjungan besar kami yaitu nabi Muhammad SAW yang telah membawa kami dari zaman yang gelap gulita ke zaman yang terang benderang seperti sekarang ini.
Negara bahrain adalah salah satu negara maju di Benua Asia, dengan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimilikinya, negara ini bisa membuat suatu sistem pemerintahan dan tata negara yang begitu mewah dan sangat teratur hal inilah yang menjadikan Bahrain lebih maju dari beberapa negara di Asia lainnya.Oleh karena itu, penyusun tidak merasa kesusahan mencari bahan/ data tentang negara ini.
Makalah ini saya susun unntuk memenuhi tugas mata kuliyah Ilmu Negara dan saya harap makalah ini dapat memberikan kita pengetahuan tentang negara yang saya bahas dalam makalah ini yaitu Bahrain.hanya kepada ALLAH SWT lah saya berlindung , semoga ridhoNYA tercurah kepada kita semua dan menjadi amal sholeh……
ya mujibasshalihiin……
                                                                                                Jakarta, 21 desember 2010

                                                                                                          Siti fakhriyah







LATAR BELAKANG

Pulau-pulau di Bahrain yang terletak di tengah-tengah sebelah selatan Teluk Persia berhasil menarik penjajah sepanjang sejarah. Bahrain dalam Bahasa Arab berarti "Dua Laut". Hal ini merujuk pada fakta yang pulau ini mempunyai dua sumber air berbeda, air tawar yang muncul dari dalam tanah dan air asin yang mengelilinginya.
Sebagai sebuah pulau yang strategis yang berada diantara Timur dan Barat, tanah yang subur, dan air tawar berlimpah, dan tempat penyelam mencari mutiara telah menjadikan Bahrain pusat pemukiman sepanjang. Selama 2300 tahun, Bahrain menjadi pusat perdagangan dunia di antara Mesopotamia (sekarang Irak) dan Lembah Indus (sekarang sebuah wilayah di India). Adalah peradaban Delmon yang mempunyai kaitan erat dengan Peradaban Sumeria pada abad ke-3 SM. Bahrain menjadi bagian dari Babilon lebih kurang pada tahun 600 SM. Catatan-catatan sejarah menunjukkan Bahrain dikenal melalui pelbagai julukan yang di antaranya "Mutiara Teluk Persia".
Bahrain hingga tahun 1521 terdiri dari daerah Ahsa (yang lebih besar), Qatif (keduanya kini menjadi propinsi timur Arab Saudi), serta Awal (kini pulau Bahrain). Daerah Bahrain terbentang hingga (kini) Kuwait hingga Oman dan dinamakan Propinsi Bahrain (atau Iqlim Al-Bahrain). Namun pada 1521, kedatangan Portugis telah memisahkan Awal (kini Bahrain) dengan daerah lainnya dan hingga kini Bahrain dikenal sebagai wilayah yang dikenal sekarang.
Dari abad ke-16 Masehi hingga tahun 1743, pemerintahan Bahrain sentiasa berubah-ubah di antara Portugis dan Persia. Akhirnya, Sultan Persia, Nadir Shah menguasai Bahrain dan atas alasan politik mendukung mayoritas Syiah. Pada lewat abad ke-18 Masehi Keluarga Al-Khalifah mengambil alih pulau ini. Untuk menjaga agar pulau ini tidak jatuh kembali ke tangan Persia, mereka menjalin persahabatan dengan Britania Raya dan menjadi negeri dibawah naungan Britania.
Minyak ditemukan pada tahun 1931 dan sejak itu Bahrain dibangun dan mengalami modernisasi pesat. Hal ini juga menjadikan hubungan dengan Britania Raya lebih baik dan dibuktikan dengan makin banyaknya pangkalan-pangkalan Inggris yang pindah ke pulau tersebut. Pengaruh menguat seiring dengan makin berkembangnya negara ini, puncaknya saat Charles Belgrave dilantik menjadi penasihat. Belgrave kemudian mengukuhkan sistem pendidikan modern sebagai bagian pendidikan di Bahrain.
Setelah Perang Dunia II, sentimen anti-Inggris menguat di wilayah-wilayah Arab dan mengakibatkan terjadinya kerusuhan di Bahrain. Pada tahun 1960-an, pihak Inggris menyerahkan masa depan Bahrain pada Arbitrase internasional dan meminta agar PBB mengambil alih tanggung jawab. Pada tahun 1970, Iran terus menerus menuntut haknya terhadap Bahrain dan pulau-pulau lain di Teluk Persia, namun salah satu perjanjian dengan pihak Britania Raya, mereka kemudian setuju untuk tidak meneruskan tuntutannya terhadap Bahrain jika tuntutan (Iran) lainnya dikabulkan.
Britania Raya mundur dari Bahrain pada bulan Agustus 1971, menjadikan Bahrain sebagai sebuah negara 'merdeka'. Peningkatan harga minyak pada tahun 1980-an sangat menguntungkan Bahrain, namun harga minyak yang turun drastis malah tidak terlalu mengguncang perekonomian walaupun terasa sulit. Hal ini mengakibatkan sektor ekonomi dipaksa berkembang dan bervariasi.
Setelah terjadinya Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, tokoh Syiah Bahrain pada tahun 1981 melancarkan perebutan kekuasaan. Walau bagaimanapun, percobaan mereka gagal. Pada tahun 1994, kerusuhan demi kerusuhan dilakukan oleh golongan Syiah yang tidak puas dengan ketidakadilan pemerintahan.
Pada bulan Maret 1999, Hamad ibn Isa al-Khalifah menggantikan ayahandanya sebagai kepala negara. Ia menjalankan pelbagai perubahan, di antaranya; memberi hak pilih kepada kaum wanita dan membebaskan semua tahanan politik.
Bahrain hingga hari ini merupakan anggota Liga Arab.












DAFTAR ISI



Kata pengantar……………………………………………………………………...1

Latar belakang………………………………………………………………………2

Daftar isi…………………………………………………………………………….4

BAB I.  PENDAHULUAN
               a.Letak geografis………………………………………………………….5
             
               b,kehidupan ekonomi…………………………………………………......7
             
               c.Sumber Daya Alam……………………………………………………..7


BAB II.Bentuk Negara………………………………………………………………8

BAB III.Bentuk dan Sistem Pemerintahan………………………………………….8

 BAB IV.Tata Negara……………………………………………………………….8

BAB V.Kehidupan Demokrasi……………………………………………………..12

Penutup……………………………………………………………………………..13

Daftar pustaka………………………………………………………………………14







BAB I
A.LETAK GEOGRAFI
 Kerajaan Bahrain (Arab: مملكة البحرين) adalah sebuah negara kepulauan di Teluk Persia yang tidak mempunyai perbatasan. Teluk Bahrain memisahkan negara ini dengan Qatar dan Arab Saudi. Tetangga Bahrain Arab Saudi terletak di sebelah barat dan disambungkan ke Bahrain melalui Tambak Raja Fahd yang dibuka secara resmi pada 25 November 1986 dan Qatar di sebelah selatan menyeberangi Teluk Persia. Luas wilayahnya hampir setara dengan luas wilayah DKI Jakarta.

Kini sedang direncanakan pembuatan Jembatan Persahabatan Qatar-Bahrain yang menghubungkan Bahrain dan Qatar. Apabila jembatan ini selesai dibangun, maka akan menjadi bangunan penghubung terpanjang di dunia. Bahrain telah ditempati oleh manusia sejak zaman pra-sejarah. Lokasinya yang strategis di Teluk Persia telah berpengaruh bagi orang-orang Assyria, Babilonia, Yunani, Persia, dan terakhir sekali Arab (penduduknya kemudian menjadi Muslim). Bahrain pada zaman silam dikenal sebagai Dilmun , Tylos (nama Yunaninya), Awal, malah Mishmahig sewaktu dibawah pemerintahan Kesultanan Persia.

Peta Bahrain
Bahrain dari utara, Juni 1996
Bahrain secara umum kepulauan yang rata dan bergurun, memiliki dataran padang pasir yang rendah. Kawasan tertinggi di Bahrain ialah Jabal ad-Dukhan, berketinggian 122 meter. Bahrain menikmati musim dingin yang sejuk dan mengalami musim panas dengan temperatur tinggi dan lembab.
Sumber alam Bahrain termasuk jumlah minyak mentah dan gas yang besar, di samping cadangan ikan yang mencukupi dari 1% wilayahnya. Gurun meliputi 92% dari keseluruhan kawasan lain di Bahrain. Musim panas yang panjang dan badai pasir adalah bencana alam utama untuk penduduk Bahrain.
Isu-isu alam sekitar yang melanda Bahrain ialah kemusnahan padang pasir dan pesisir pantai karena kekurangan tanah (kemusnahan kepada pantai, terumbu karang, dan tumbuhan laut). Pengerukan tanah mengakibatkan pencemaran menyusul tumpahan minyak.
Luas total Bahrain 620 km2 (239 mi²), sedikit lebih besar dari the Isle of Man, walaupun sedikit lebih kecil dari Airport King Fahd Airport di Dammam, Arab Saudi (besarnya 780 km2). Bahrain adalah negara kepulauan yang terdiri dari 33 pulau, tidak memiliki batas darat dengan negara lain, namun memiliki 161 kilo (528 mi) batas garis pantai dan mengklaim 12 mil batas laut dan 24 mil laut (44 km) zona tambahan.


                                    

B.KEHIDUPAN  EKONOMI

Karena Bahrain terletak di wilayah yang kadar peningkatan harga minyak yang tinggi, pertumbuhan ekonomi Bahrain adalah yang tercepat pada Januari 2006 menurut Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia tengah. Bahrain juga mempunyai pasaran ekonomi yang paling bebas di Timur Tengah menurut Indeks Kebebasan Ekonomi 2006 terbitan Heritage Foundation, dan menduduki peringka ke-25 ekonomi yang paling bebas di dunia.
Pendapatan utama di Bahrain bersumber dari produksi dan pemrosesan minyak, dan sekitar 60 persen merupakan pendapatan hasil ekspor, 60 persen untuk pemerintahan, dan 30% dari total GDP. Kondisi ekonomi Bahrain juga berfluktuasi seiring perubahan harga minyak pada 1985, contohnya, sepanjang dan setelah krisis Perang Teluk pada 1990-1991, dengan fasilitas komunikasi dan transportasinya yang maju maka Bahrain dijadikan tempat pilihan untuk didirikannya perusahaan-perusahaan multinasional yang berbisnis di teluk persia. Masalah-masalah ekonomi jangka panjang yang mungkin dihadapi oleh Bahrain adalah langkanya pekerjaan untuk generasi mudanya, berkurangnya cadangan minyak dan sumber air bersih bawah tanah.
Selain itu juga Bahrain telah menjadi tempat tujuan wisata yang terkenal untuk pendatang yang tinggal di negara-negara sekitarnya, namun sejak 5000 tahun berdirinya Bahrain sebagai kota tua kebudayaan Dilmun memang membuktikan bahwa Bahrain sejak dahulu kala memang menjadi magnet wisatawan.
Bahrain menggabungkan infrastruktur modern dan masyarakat liberal tingkat menengah dengan suasana Timur Tengah menjadikannya tempat perkenalan yang ideal. Tempat-tempat wisata termasuk situs bersejarah seperti istana dan kompleks arkeologi Qalat Al Bahrain (masuk dalam daftar situs warisan sejarah UNESCO), puluhan ribu kuburan kuno masa peradaban Dilmun, kebudayaan Arab tradisional berbelanja di mall dan pasar, serta bersantai di pantai hotel dan spa yang mewah.
Kerajaan ini juga sering dikunjungi tokoh-tokoh selebriti populer.
C.SUMBER DAYA ALAM
Kekayaan alam Bahrain amatlah banyak. Diantaranya adalah kandungan minyak mentah yang ada di dalam perut bvumi Bahrain yang mampu menjadikan Bahrain termasuk Negara yang kaya dan maju di kawassan Asia, selain iotu pula ada kandungan lain diantaranya timah, tembaga, kuningan, dll.
Panorama atau keindahan alam di Bahrain juga sangan indah dan eksotis sehingga mengundang para wisatawan dari dalam negri ataup[un dari luar negri yang ingin mengunjunginya. Alam si Negara satu ini sangat panas dengan kawasan yang mayoritasnya gurun pasir sehingga masyarakatnya banyak yang bertani kurma, anggur, zaitun,dll

BAB II BENTUK NEGARA

 

Bentuk negara bahrain yaitu monarki konstitusional.  Yaitu Negara yang melanjutkan kekuasaannya  dengan asas turun temurun kepada anak cucu  yang kesemua tindak tanduk pemerintahan tuinduk pada konstitusi yang telah dibuat baik oleh Negara secara arti  sempit dan arti luas.


BAB III BENTUK DAN SISITEM PEMERIN TAHAN

Bahrain ialah sebuah negara yang menjalankan sistem monarki konstitusional yang dikepalai oleh raja, Syekh Hamad bin Isa Al Khalifah; kepala pemerintahan saat ini ialah Perdana Menteri Syekh Khalifah bin Salman Al Khalifah yang mengepalai anggota kabinet sebanyak 15 orang. Bahrain mengamalkan sistem dwi-perundangan yaitu Dewan Perwakilan dan Majelis Syura yang dipilih oleh raja. Kedua dewan mempunyai anggota sebanyak 40 orang


BAB IV KEHIDUPAN DEMOKRASI

Pemilu legislatif di Bahrain akhirnya digelar pada tanggal 23-30 Oktober 2010. Pada pemilu ini, al-Wefaq Islamic Society Bahrain yang merupakan partai Syiah terpenting di negara ini meraih 18 kursi, dan menjadi fraksi terbesar di parlemen Bahrain. Setelah partai ini, Partai Mustaqil menyusul dengan perolehan 15 kursi. Adapun partai Sunni yang terdiri dari kelompok pendukung Salafi dan Ikhwanul Muslimin hanya meraih tujuh kursi.
Di luar kemenangan itu ada fenomena lain di Bahrain. Sebagaimana negara-negara di Teluk Persia lainnya, ada dewan lain di luar parlemen bernama Dewan Permusyawaratan yang beranggotakan para raja dan pangeran. Ratifikasi ketetapan parlemen harus mendapat persetujuan dari dewan ini.
Bahrain terdiri dari 32 pulau dengan luas total 700 km persegi dan dengan populasi 750.000 orang. Sekitar 70 persen penduduk Bahrain adalah pemeluk syiah. Namun sejak tahun 1782, Bahrain diperintah oleh Dinasti Al-Khalifa yang bermazhab Sunni.
Setelah berada dalam imperialisme Inggris selama satu abad, akhirnya Bahrain merdeka pada tahun 1971, kemudian memiliki undang-undang dasar dan parlemen.
Namun mantan Amir Bahrain tidak bisa menerima kritik parlemen, hingga akhirnya membubarkan parlemen pada tahun 1975. Sejak itu, rakyat Bahrain terutama warga syiah mendesak pembentukan kembali parlemen di negara ini.
Pada tahun 1994 muncul tuntutan pendirian parlemen dan penghilangan diskriminasi yang semakin serius. Buntutnya terjadi berbagai friksi dan bentrokan. Komunitas syiah Bahrain menilai pemicu utama friksi tersebut adalah kepala keamanan Bahrain yang berkebangsaan Inggris.
Dengan naiknya Sheikh Hamad bin Isa Al Khalifa menjadi Amir Bahrain pada tahun 1999, maka dimulailah fenomena baru di negara ini. Sheikh Hamad bin Isa Al Khalifa berkomitmen melakukan reformasi politik dan menghilangkan diskriminasi terhadap warga syiah. Ia membebaskan sejumlah tahanan politik dan membiarkan koran-koran oposisi beroperasi.
Pada tahun 2001 disusun Undang-undang Dasar Bahrain. Setahun kemudian digelar pemilu legislatif. Dengan demikian, rakyat Bahrain terutama warga syiah berharap bisa mengubah kondisinya dan mengakhiri diskriminasi di sektor politik dan ekonomi di negara ini. Namun keadaan sebenarnya tidak terjadi demikian.
Meskipun Syiah adalah populasi mayoritas di Bahrain, tetapi mereka hanya dibolehkan menguasai 18 kursi dari 40 kursi di parlemen. Selain itu parlemen pilihan rakyat ini tidak memiliki wewenang yang memadai.
Terkait hal itu, Nabil Rajab, anggota Pusat HAM Bahrain mengatakan, "Jika seluruh anggota parlemen Bahrain dari kelompok Syiah sekalipun, suara mereka yang mayoritas itu tetap tidak akan didengar. Karena berdasarkan sistem politik Bahrain, Dewan Tinggi Permusyawaratan Bahrainlah yang mengangkat mereka dan bertanggung jawab mengesahkan seluruh ketetapan parlemen." Dengan kata lain, meskipun digelar pemilu parlemen, namun tetap saja kekuasaan berada di tangan para raja dan putra mahkota. Nabil Rajab menilai masalah ini memicu turunnya partisipasi rakyat dalam pemilu legislatif terbaru.
Minimnya wewenang lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif hanya salah satu masalah yang menimpa warga Syiah Bahrain. Di tingkat kabinet, hanya segelintir jabatan menteri diberikan kepada warga Syiah dan posisi kementerian sentral hanya dipegang oleh anggota keluarga al-Khalifa. Contohnya, meskipun partai Syiah dari fraksi Wefaq meraih suara mayoritas di parlemen, namun raja Khalifa bin Salman al-Khalifa kembali terpilih sebagai perdana menteri Bahrain. Ia terpilih menjadi perdana menteri Bahrain sejak negara ini merdeka pada tahun 1971. Dengan demikian, pemerintahan Bahrain bisa disebut sebagai kekuasaan minoritas atas mayoritas. Penguasa Bahrain memanfaatkan diskriminasi terhadap warga Syiah, hingga mereka diposisikan sebagai warga kelas dua.
Syiah Bahrain sejatinya berada di wilayah marjinal dan tidak mendapatkan fasilitas yang sama dengan saudaranya Sunni. Mengenai hal ini, Rebecca Santana, jurnalis Associated Press dalam reportasinya mengungkapkan, "Syiah bahkan tidak bisa disebut sebagai warga kelas dua. Karena lapangan kerja yang memadai, tempat yang layak dan seluruh fasilitas sosial dan politik di Bahrain dikuasai oleh minoritas Sunni yang mendapat dukungan dari Dinasti Al-Khalifa."
Mengenai kondisi yang menyedihkan dari warga Syiah di Bahrain, BBC melaporkan, "Syiah Bahrain banyak yang menganggur, tinggal di tempat-tempat yang tidak layak, dilarang menduduki berbagai jabatan di lembaga-lembaga pemerintah, tidak boleh menduduki jabatan penting di sektor minyak dan perbankan, serta diskriminasi besar-besaran di negara ini."
Bukan hanya itu, di sejumlah buku pelajaran negara ini yang berada dalam kekuasaan Salafi terjadi penghinaan terhadap keyakinan orang-orang syiah di sekolah. Pemimpin politik syiah Bahrain menyatakan, jika penghinaan ini terhadap warga syiah di sekolah terus berlanjut, kami akan mencegah anak-anak kami masuk kelas-kelas pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah negeri. Menyikapi hal ini, menteri pendidikan Bahrain berkomitmen akan melakukan reformasi sistem pendidikan di negara ini.
Salah satu pemicu utama friksi antara warga syiah dengan penguasa adalah diskriminasi. Aksi protes warga syiah dalam bentuk keluarnya statemen bersama wawancara dan demonstrasi. Aksi protes terhadap warga syiah kian meningkat menyikapi eskalasi tekanan pemerintah dan pasukan keamanan terhadap aktivis syiah. Pemerintah Bahrain menindak keras aksi protes warga syiah dan menilainya sebagai mengganggu keamanan negara. Menteri kehakiman Bahrain beberapa hari lalu menyebut aktivitas warga Syiah sebagai sebuah masalah keamanan yang sejenis dengan aksi teroris. Ditegaskannya, kemenangan Syiah di parlemen tidak bermakna sebagai berakhirnya sebuah periode dan dimulainya babak baru. Pengacara salah seorang tahanan Syiah kepada BBC mengatakan, "Setiap kritikan terhadap pemerintah disebut sebagai aksi teroris. Bahkan kontak telpon saja mereka kategorikan sebagai aksi teroris."
Tidak hanya itu, penahanan warga Syiah Bahrain biasanya tidak mengenal batas waktu dan dilakukan tanpa vonis pengadilan. Berbagai fakta menunjukkan terjadinya berbagai penyiksaan terhadap para tahanan di penjara-penjara Bahrain.
Amnesti Internasional dalam statemennya yang dirilis beberapa pekan lalu menyatakan, "Menjelang pemilu legislatif, sekitar 250 aktivis Syiah ditangkap dan disiksa petugas keamanan Bahrain." Beberapa waktu lalu tersebar gambar penyiksaan terhadap para tahanan Syiah di penjara-penjara Bahrain. Sontak lembaga-lembaga internasional mendesak diakhirinya penyiksaan tersebut.
Pada bulan Agustus lalu, sekitar 300 warga Syiah termasuk 27 aktivis ditangkap dan disiksa oleh petugas keamanan Bahrain. Meski demikian, para analis menilai aksi penangkapan dan penyiksaan tersebut justru menjadi pemicu utama partisipasi aktif warga syiah dalam pemilu legislatif di negara ini. Namun tampaknya, sejumlah negara di kawasan mendukung aksi yang dilakukan pemerintah Bahrain. Karena terwujudnya hak-hak warga Syiah Bahrain atas hak-hak politik dan ekonominya menyebabkan masalah bagi penguasa di kawasan yang tidak mengakui hak-hak minoritas terutama syiah.
Warga syiah Bahrain meyakini pemerintah negara ini menerima para imigran Sunni dari sejumlah negara seperti Yordania, Suriah, Arab Saudi dan Palestina. Mereka diberikan kewarganegaraan ganda, berbagai fasilitas dan lapangan kerja. Padahal pengangguran menjadi masalah utama syiah Bahrain. Tahun lalu mereka membuat rantai manusia sepanjang empat kilometer mengecam kebijakan pemerintah. Mereka menyatakan, pemerintah Manama telah memberikan kewarganegaraan Bahrain kepada sekitar 280 ribu orang imigran Sunni. Jika kondisi ini terus berlanjut hingga 2050 lebih dari 80 persen populasi Bahrain diisi oleh warga sunni.
Meski pemerintah Bahrain melakukan berbagai aksi kekerasan untuk membungkam suara mayoritas syiah di negara ini, namun organisasi-organisasi syiah Bahrain tetap menegaskan penyelesaian masalah melalui jalur damai. Hujatul Islam Sheikh Ali Salman, Sekjen al-Wefaq Bahrain mengatakan, "Kami mendesak penyelesaian masalah melalui cara-cara damai. Pemerintah harus tahu aksi keamanan tidak akan membuahkan hasil apapun dan tidak menyelesaikan masalah di negara ini, bahkan justru semakin mempersulit keadaan." (IRIB/PH/SL/8/11/2010)

PENUTUP

Bahrain kini telah temasuk negara maju diantara negara-negara yang lainnya di Asia Walaupun Manama sebagai pusat kota sangat modern dan gemerlapan, budaya yang terdapat pada desa-desa dipulau-pulau lain (walaupun masih bagian dari Manama juga) tetap sangat tradisional. Wanita menutup diri dengan jubahnya dari kepala hingga kaki, dan wisatawan diminta untuk menggunakan rok panjang dan baju berenang tertutup (bukan bikini).
dengan kekayaan alam ,ini terbukti dengan dijadikannya Bahrain ialah tuan rumah perlombaan F1 di Timur Tengah. Ia mulai menyelenggarakan Grand Prix Gulf Air pada 4 April 2004, diikuti dengan Grand Prix Bahrain pada tahun 2005. Bahrain juga dipilih untuk menyelenggarakan perlombaan pertama Grand Prix untuk musim 2006 pada 2 M
Demikianlah makalah ini saya susun, dengan hanya beberapa data yang saya miliki makala ini belumlah mencapai kata sempurna.oleh karena itu, saya harap bimbingan dan masukkannya untuk perbaikan makalah yang akan datang. 


DAFTAR PUSTAKA


  1. http://bahrain.co.id
  2. http://bentuk Negara.co.id
  3. http://sistem pemerintahan.co.id
  4. http://bentuk pemerintahan.co.id
  5. http://kekayaan alam Bahrain.co.id
  6.  Dra.sholihatin etin M Pd,ilmu Negara, laboratorium social politik,Jakarta, 2010


  1. http://bahrain.co.id
  2. http://bentuk Negara.co.id
  3. http://sistem pemerintahan.co.id
  4. http://bentuk pemerintahan.co.id
  5. http://kekayaan alam Bahrain.co.id
  6.  Dra.sholihatin etin M Pd,ilmu Negara, laboratorium social politik,Jakarta, 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar